Sabtu, 22 Januari 2011

RELEVANSI ILMU MATEMATIKA DALAM KEHIDUPAN


Sudah menjadi fakta bahwa ilmu matematika memiliki peranan penting dalam kemajuan sains dan teknologi. Hal ini terlihat dari berbagai teknologi modern dirancang dengan perhitungan matematis, sebagai upaya mendapatkan system, desain dan metode dalam menciptakan sebuah teknologi. Belum lagi jika kita lihat kurikulum pendidikan yang dikategorikan sebagai pendidikan eksata seperti teknik, kedokteran, pertanian dan sebagainya, pasti mempunyai materi dasar yang mengasah logika matematika. Dengan demikian jelas bahwa salah satu pendukung dalam penciptaan teknologi adalah penguasaan terhadap ilmu matematika.
Akan tetapi ironisnya matematika termasuk pelajaran yang banyak tidak disukai oleh kebanyakan siswa maupun mahasiswa. matematika seolah-olah momok menakutkan yang kalau bisa ingin dihindari, tidak sedikit mengatakan bahwa matematika membuat pusing dan stres. Pandangan seperti inilah yang kemudian menjadi mitos di masyarakat bahwa matematika hanya membuat pusing dan stress, jika dalam masyarakat sudah tertanam mitos seperti ini bagaimana dengan perkembangan teknologi yang harus diciptakan melalui proses perhitungan-perhitungan secara matematis?.
Pada dasarnya semua orang dilahirkan dengan membawa bakat matematika pada taraf tertentu. Dengan demikian berarti bahwa setiap orang mempunyai kemampuan untuk mempelajari dan menggunakan matematika, paling tidak dalam kehidupan sehari-hari. Seperti misalnya jika kita ingin mengukur atau menghitung sesuatu benda, kita pasti menggunakan logika matematika. Melaui pendidikan formal (SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi) kemampuan ini dikembangkan dan diasah dengan mempelajari bidang-bidang lain dari matematika seperti Aritmatika, Aljabar, Kalkulus, Geometri dan lain sebagainya sehingga dengan belajar matematika seseorang akan sedikit banyak akan terbentuk orang yang mampu berfikir logis, sistematis dan objektif. Kemampuan seperti ini sangat dibutuhkan bagi para ilmuwan.

Matematika Murni dan Terapan
            Sebelum tahun 1960-an matematika dibedakan menjadi dua yaitu,pertama : matematika murni yang dianggap sebagai ratu (Queen) dari sains yang hidup diatas menara gading atau tidak mengenal ilmu lain karena meng-abstraksikan diri. Kemudian yang kedua : matematika terapan yang berperan sebagai pelayan bagi ilmu-ilmu lain (B.Susanto. 2004).
            Akan tetapi sejalan perkembagan jaman, matematika murni hidup karena tantangan dari ilmu lain yang membutuhkannya. Sehingga keterkaitan antara ilmu matematika murni dan ilmu matematika terapan lahir dalam wajah baru seperti biokimia, agroekonomi, ekonometri, psikometri atau bidang ilmu psikologi yang sarat dengan metode kuantitatif dalam statistika, kimia komputasional dan sebagainya. Semua ditopang berdasarkan model matematis yang kuat.
            Saling keterkaitan ini juga timbul diantara bidang-bidang matematika termasuk ilmu computer, misalnya geometri fractal (kerjasama ilmu geometri transformasi, analisis dan ilmu computer dan lain sebagainya.

Aplikasi Matematika dalam Kehidupan
            Setiap hari sebenarnya kita tidak terlepas dari perhitungan-perhitungan matematis, akan tetapi secara tidak sadar kita jarang berfikir bahwa matematika selalu hadir dalam keseharian kita. untuk mengawali pengenalan aplikasi matematika, marilah kita amati keadaan disekitar kita ! apakah ada matematika disana?
            Ketika kita duduk di sebuah kursi yang berkaki yang lantainya bergelombang mungkin tidak akan stabil, akan tetapi jika kita duduk kursi berkaki tiga akan stabil meskipun lantainya bergelombang. Mengapa ? salah satu aksioma geometri Euclides berbunyi “ melalui tiga titik yang tidak segaris dapat dibuat satu bidang”, hal inilah yang dibahas dalam matematika bahwa jika kita ambil empat titik sembarang, tidak ada jaminan keempatnya akan sebidang. Dari metode matematis tersebut wajar jika kursi yang berkaki empat tidak akan stabil pada tanah yang bergelombang.
            Perlu kita cermati juga pada saat kita mencari jejak (permainan dalam pramuka), yaitu pada saat kita berhenti ditepi jalan setapak dan melihat ada tiga tumpukan batu dan sepotong ranting terjepit diantara batu tersebut. pasti kita akan tanggap dan berbelok menuju arah yang ditunjukan rantng sejauh sejauh 300 meter (sesuai dengan kesepakatan dalam pramuka). Salah satu contoh ini merupakan cara dalam system kordinat kutub untuk menentukan letak titik dalam bidang pada matematika. Penggunaan system kordinat kutub ini juga dapat kita jumpai dalam system radar.
            Itulah mungkin contoh sederhana (diambil dalam majalah Basis) bahwa matematika selalu hadir dalam keseharian kita. dan semoga dari contoh diatas kita dapat mengenal terapan matematika disekitar kita secara luas pada ilmu terapan matematika yang lain seperti fisika, teknik, kimia dan biologi yang sudah lama kita kenal.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar